Setelah 5 tahun lebih TEBAR DAKWAH berjalan dalam bentuk cetak dengan baik dan lancar, Alhamdulillah, sekarang TEBAR DAKWAH versi DIGITAL dapat dihadirkan. JOIN NOW ! Meraih amal dan penghasilan tambahan.... Insya Allah.

PENYEJUK JIWA PENYUBUR IMAN

.

Minggu, 02 Maret 2008

YUSABBIH

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. 24:41)
    Saya tak tahu apa yang terjadi pada diri saya petang tadi. Tiba-tiba saya rasa keliru dan buntu. Saya berjalan ke tempat saya selalu bersembunyi. Di situ, saya akan tenggelam dengan bunyi deruan air, hiruk pikuk jangkrik yang bersahutan, siulan dan kicauan burung yang senantiasa ceria, desiran daun-daun dan rumput bila ditiup angin kencang.
    Di situlah saya selalu coba memahami bahasa alam. Di situ saya dapat memperhatikan ekosistem yang rapi. Semut-semut, kupu-kupu, burung-burung, ikan-ikan dan pelbagai hewan yang halus, tidak pernah saya tahu nama-nama mereka.
    Sinaran matahari begitu gagah menyebarkan cahayanya ke seluruh jagat. Masing-masing memantulkan cahayanya mengikut upaya dan kodrat masing-masing. Rumput-rumput, daun-daun begitu gagah, tidak tergugat dengan matahari yang memancar, tetap hijau… Mereka semua cerminan sifat-sifat Allah yang sungguh sempurna.
    Saya mengumpulkan semangat, daya tumpu, sehingga bunyi-bunyi itu bersatu…menjadi satu rentak… saya rasa sangat sunyi… tenang dan khusyuk…
    Angin terus-terusan menampar lembut seluruh jasad saya. Ketika itu saya merasakan Allah begitu dekat. Saya seolah faham saya sedang bersatu dengan alam untuk bertasbih mengagungkan-Nya semata. Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahhu akbar….
***
    Allah yang Maha Agung senantiasa berbicara dengan kita. Tetapi kita tidak mengindahkannya. Bagaimanakah bahasa Allah itu? Bukankah bahasa itu ialah sesuatu yang memberi makna?
    Al-Qur'an bukti terunggul sifat Allah yang berbicara. Al-Qur'an sepanjang masa berbicara dengan kita. Tetapi kita sering menganggap al-Qur'an itu kaku. Sedangkan al-Qur'an itu sarat makna.
    Simbol juga mengandung makna, jadi simbol juga adalah bahasa. Isyarat merah sudah cukup memberi arti bahaya. Senyuman pula sudah cukup menggambarkan ceria atau bahagia walaupun tidak ada kata-kata.
    Dalam bahasa Arab, alamaat berarti tanda-tanda (simbol).  Alam yang kita duduki ini ialah tanda. Tanda ialah bahasa. Jadi alam ini ialah tanda Allah, alam ini ialah bahasa Allah.
    Iqra’. Kita perlu membaca dan menelaah dua kitab. Satu Kitab al-Qur'an dibaca dan ditadabbur; satu lagi kitab besar, kitab alam semesta yang mesti ditafakkur dan dihayati.
    Di dalam al-Qur'an Allah senantiasa memberi contoh malam dan siang, langit dan bumi, lautan dan daratan, hewan-hewan yang berjalan, yang melata, pohon-pohon, hujan dan musim, malah pelbagai lagi tentang alam. Itu semua adalah tanda.
    Jadi marilah kita baca ke dua-dua kitab, al-Qur'an dan alam dengan penuh khusyu', tadabbur, tafakkur, menghayati makna yang tersembunyi di setiap hurufnya, setiap kalimahnya, setiap ayatnya , setiap paragrafnya, setiap judulnya... dari sana pasti akan mengenali siapakah Pengarang karya yang agung ini.
    Perhatikan setiap kejadian yang besar dan kecil. Perhatikan juga di sekeliling. Perhatikan juga diri kita, malah ke dalam diri kita. Di situ akan terpantul Nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya. Ia sangat jelas, terang, tidak pernah terselindung. Yang kabur hanyalah mata kita dan cermin hati kita. Kita seolah melihat, tapi kita rabun dan hampir buta.
    Rububiyyah Allah, Uluhiyyah Allah, terpampang terbentang di setiap perkara. Setiap makhluk kecil atau besar merupakan cerminan yang memantulkan pelbagai sifat-Nya. Sebagaimana matahari yang gagah dan garang, setiap makluk dengan kudrat yang paling kecil atau besar tetap mau memantulkan cahayanya yang terang. Lautan dengan kapasitasnya yang besar, embun dengan kudrat yang haqir kerdil, semuanya menyumbang... ingin memantulkan cahaya... menunjukkan kegagahan dan kekuatan sang matahari.
    Perhatikan setiap perkara, karena disana ada tanda. Tanda itu ialah bahasa. Bicara Allah kepada kita.
Subhanaka la 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'Alim al-Hakim.


Dan seandainya pohon-pohon  di  bumi  menjadi  pena  dan  laut  (menjadi tinta),  ditambahkan  kepadanya  tujuh  laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya  (dituliskan)  kalimat  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

YUSABBIH

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. 24:41)
    Saya tak tahu apa yang terjadi pada diri saya petang tadi. Tiba-tiba saya rasa keliru dan buntu. Saya berjalan ke tempat saya selalu bersembunyi. Di situ, saya akan tenggelam dengan bunyi deruan air, hiruk pikuk jangkrik yang bersahutan, siulan dan kicauan burung yang senantiasa ceria, desiran daun-daun dan rumput bila ditiup angin kencang.
    Di situlah saya selalu coba memahami bahasa alam. Di situ saya dapat memperhatikan ekosistem yang rapi. Semut-semut, kupu-kupu, burung-burung, ikan-ikan dan pelbagai hewan yang halus, tidak pernah saya tahu nama-nama mereka.
    Sinaran matahari begitu gagah menyebarkan cahayanya ke seluruh jagat. Masing-masing memantulkan cahayanya mengikut upaya dan kodrat masing-masing. Rumput-rumput, daun-daun begitu gagah, tidak tergugat dengan matahari yang memancar, tetap hijau… Mereka semua cerminan sifat-sifat Allah yang sungguh sempurna.
    Saya mengumpulkan semangat, daya tumpu, sehingga bunyi-bunyi itu bersatu…menjadi satu rentak… saya rasa sangat sunyi… tenang dan khusyuk…
    Angin terus-terusan menampar lembut seluruh jasad saya. Ketika itu saya merasakan Allah begitu dekat. Saya seolah faham saya sedang bersatu dengan alam untuk bertasbih mengagungkan-Nya semata. Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahhu akbar….
***
    Allah yang Maha Agung senantiasa berbicara dengan kita. Tetapi kita tidak mengindahkannya. Bagaimanakah bahasa Allah itu? Bukankah bahasa itu ialah sesuatu yang memberi makna?
    Al-Qur'an bukti terunggul sifat Allah yang berbicara. Al-Qur'an sepanjang masa berbicara dengan kita. Tetapi kita sering menganggap al-Qur'an itu kaku. Sedangkan al-Qur'an itu sarat makna.
    Simbol juga mengandung makna, jadi simbol juga adalah bahasa. Isyarat merah sudah cukup memberi arti bahaya. Senyuman pula sudah cukup menggambarkan ceria atau bahagia walaupun tidak ada kata-kata.
    Dalam bahasa Arab, alamaat berarti tanda-tanda (simbol).  Alam yang kita duduki ini ialah tanda. Tanda ialah bahasa. Jadi alam ini ialah tanda Allah, alam ini ialah bahasa Allah.
    Iqra’. Kita perlu membaca dan menelaah dua kitab. Satu Kitab al-Qur'an dibaca dan ditadabbur; satu lagi kitab besar, kitab alam semesta yang mesti ditafakkur dan dihayati.
    Di dalam al-Qur'an Allah senantiasa memberi contoh malam dan siang, langit dan bumi, lautan dan daratan, hewan-hewan yang berjalan, yang melata, pohon-pohon, hujan dan musim, malah pelbagai lagi tentang alam. Itu semua adalah tanda.
    Jadi marilah kita baca ke dua-dua kitab, al-Qur'an dan alam dengan penuh khusyu', tadabbur, tafakkur, menghayati makna yang tersembunyi di setiap hurufnya, setiap kalimahnya, setiap ayatnya , setiap paragrafnya, setiap judulnya... dari sana pasti akan mengenali siapakah Pengarang karya yang agung ini.
    Perhatikan setiap kejadian yang besar dan kecil. Perhatikan juga di sekeliling. Perhatikan juga diri kita, malah ke dalam diri kita. Di situ akan terpantul Nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya. Ia sangat jelas, terang, tidak pernah terselindung. Yang kabur hanyalah mata kita dan cermin hati kita. Kita seolah melihat, tapi kita rabun dan hampir buta.
    Rububiyyah Allah, Uluhiyyah Allah, terpampang terbentang di setiap perkara. Setiap makhluk kecil atau besar merupakan cerminan yang memantulkan pelbagai sifat-Nya. Sebagaimana matahari yang gagah dan garang, setiap makluk dengan kudrat yang paling kecil atau besar tetap mau memantulkan cahayanya yang terang. Lautan dengan kapasitasnya yang besar, embun dengan kudrat yang haqir kerdil, semuanya menyumbang... ingin memantulkan cahaya... menunjukkan kegagahan dan kekuatan sang matahari.
    Perhatikan setiap perkara, karena disana ada tanda. Tanda itu ialah bahasa. Bicara Allah kepada kita.
Subhanaka la 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'Alim al-Hakim.


Dan seandainya pohon-pohon  di  bumi  menjadi  pena  dan  laut  (menjadi tinta),  ditambahkan  kepadanya  tujuh  laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya  (dituliskan)  kalimat  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

Jumat, 28 Desember 2007

Video tentang pengenalan Islam



untuk melihat video lebih banyak lagi silahkan kunjungi mutiara amaly video

Kisah dan cerita tentang orang orang yang kembali ke Islam klik mutiara hidayah

Kisah dan cerita kebencian yang membabi buta tanpa logika waras klik kalap

Minggu, 23 Desember 2007

Perlu Syukur

ALLAH melimpahkan rahmat-Nya kepada manusia sepanjang masa, tanpa sedetik pun terlepas dinikmati manusia. Jika tanpa rahmat Allah sedetik, pasti musnah seluruh alam ini, termasuk manusia dan segala kemegahan yang dikagumi selama ini.
Sepantasnya senantiasa sadar dan menyatakan rasa bersyukur kepada-Nya di atas segala nikmat hidup yang dianugerahkan. Sifat menunjukkan rasa bersyukur bukan saja satu amalan seperti mengucapkan rasa berterima kasih sesama manusia.
Sebaliknya, perbuatan yang berkaitan tanda bersyukur juga menjadi bukti tanda keimanan seseorang. Orang beriman senantiasa sadar siapakah dirinya dan tujuan asal diciptakan Allah. Apa yang dinikmati dan dimiliki di dunia ini adalah milik Allah yang dipinjamkan sementara saja.
Nikmat yang Allah sediakan untuk manusia amat besar. Manusia tidak mampu menggerakkan anggota badan sendiri tanpa izin Allah. Malah, tidak ada satu sel badan, daripada bermilyar-milyar sel dalam badan, dapat berfungsi sendiri melainkan ia ketentuan Allah.
Maka, besarnya kekuasaan Allah dan nikmat diberikan kepada manusia. Sesungguhnya, kehidupan ini serba lengkap dan sempurna. Manusia tidak mampu menghitung apa yang dinikmati karena tidak ada satu pun melainkan ia adalah ihsan karunia Allah.
Sedangkan Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah tidak meminta sebarang balasan terhadap apa dianugerahkan kepada manusia, melainkan beribadat dan bertakwa kepada-Nya.
Setiap yang dilakukan manusia adalah untuk dirinya sendiri baik di dunia maupun akhirat, Allah tidak mengharapkan pertolongan dari manusia.
Melihat sifat manusia mudah lupa, Allah banyak memberi peringatan dalam al-Quran yang menyebut kalimah syukur digandengkan dengan kalimah zikir.
Kedua kalimah itu memberi peringatan supaya manusia mengkaji setiap kejadian alam yang dijadikan Allah, tidak mudah lupa diri dan tidak bersikap angkuh.
Orang yang tidak bersyukur mudah lupa apabila mendapat kemewahan dan kejayaan hidup. Menganggap itu adalah hasil dari usahanya sendiri, serta menjadi kufur dan ingkar kepada Allah.
Sedangkan apabila dirinya ditimpa kecelakaan dan kesukaran hidup, maka mudah pula dia hilang pertimbangan dan keyakinan diri, lalu menyalahkan Allah atas nasib yang menimpanya.
Ironinya, tidak menganggap kecelakaan dan kegagalan itu bersumber dari sikapnya sendiri.


 


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

Jumat, 21 Desember 2007

SINETRON

Tanpa menafikan adanya manfaat. Hanya saja madhorotnya lebih besar dan nyata.
Tayangan tayangan di televisi kian menghancurkan martabat bangsa dan generasi negri ini. Hampir tiada hari tanpa sinetron dan infotaiment. Hampir tiada sinetron tanpa kisah anak gadis hamil diluar nikah, hampir tiada infotaiment tanpa kisah pacaran, putus-nyambung kawin–cerai selebritis yang semua itu adalah perkara yang di benci Allah dan Rasulnya.
Dan... efek dari semuanya ini langsung dibuktikan dalam "buser", "sergap", "investigasi" dll pemerkosaan, perampokan, pembunuhan dan berbagai kejahatan lain sebagaimana yang dicontohkan dalam sinetron. Sungguh nyata dan terbukti sukses. Mereka yang merancang program tayangan, mereka yang menayangkan bukti efek dan akibatnya. Demi perut, menunjukkan kebodohan diri tanpa malu. 
Bahasa bahasa yang nampak keren dan ngetrend tersebut sesungguhnya nampak indah hanya bagi hati dan pikiran yang telah rusak, bagi yang nuraninya telah mati. Sinetron yang ada hanya karya karya murahan, jiplakan, dan tak bermutu hanya untuk mengeruk keuntungan materi tanpa peduli nasib generasi. Malang nian  demi perut sanggup merusak generasi dan negrinya sendiri. Sanggup menempuh dosa.
Infotaiment bahasa lain yang mudah dipahami adalah ghibah. Allah telah menjelaskan ghibah itu artinya memakan bangkai saudara sendiri. Allah juga telah memberikan contoh nyata "hadits ifki" menyebar isu adalah sebuah dosa besar. Allah dan Rasulnya justru mengajarkan kebaikan bahwa aib saudaranya itu selayaknya ditutupi. "Man satara musliman satarallahu yaumal qiyamah" Barang siapa yang menutupi aib saudaranya maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.
***
Saudaraku... masih menikmati proses merusak generasi dan menghancurkan negri ini ?
 

PENYEJUK JIWA PENYUBUR IMAN

"Usia saya muda, SMP kelas 3. Saat membaca Mutiara Amaly, saya gemetaran. Kata-kata begitu jelas. Alhamdulillah, solat 5 waktu saya mulai terpenuhi. Terima kasih, Mutiara Amaly.
{PupuT +6281346614xxx}
SAMARINDA

Subhanallah, air mata ku berlinang dan badan ku gemetar saat pertama kalinya aku membaca Mutiara Amaly...
(Widya +628131087xxxx)
SUMBAR

"hatiku keras & dengan izinNya kau luluhkan, aku tertawa tanpa norma & dengan iznNya kau sopankan, aku enggan berdzikir & dengan iznNya kau berhasil menumpahkan air mata taubatku.. Mutiara Amaly, aku hanyalah 1 diantara ribuan hati yang berhasil kau selami & kau hidupkan.."
kadek siti, +6285228087xxx
JOGJA

Walaupun kau bentuknya kecil tapi kau bisa membuatku menangis, setiap kumembacamu hatiku selalu bergetar. Ku ingat dosa-dosa yang kuperbuat selama ini dan aku takut akan adzab NYA...
(Anna +85251394xxx)
HONGKONG

Semenjak membacamu subkhanalloh sifatku berubah, airmata jatuh bercucuran teringat kelakuanku....
(Diva +6281392093xxx)
WONOSOBO

Mutiara Amaly, sujud bersimpuh coba mendekat menggapai ridoNya teriris hati tersayat pedih, berlinang air mata tak kuasa menahan saat membacamu sentuhan itu sampai ke kalbu ingat semua dosa. Dan mudah2an Mutiara Amaly tetap abadi sebagai pelita bagi hamba yang kegelapan.
Ana Mae, +628128905xxx
BEKASI

Subhanallah... Mutiara Amaly, Aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Betapa indah nasehat-nasehat yang engkau sajikan padaku. Nasehatmu menyejukan jiwa, menentramkan hati, menumbuhkan serta memupuk ghiroh ibadah kepada SANG Penggenggam nyawa. terima kasih Mutiara Amaly. (Iswahyudi, puskesmas Jereweh. KSB-NTB) +6287863961xxx


Assalamualaikum. Subhanallah, baru pertama baca Mutiara Amaly hatiku langsung merasa tenang dan semakin cinta pada Allah Swt & Rosulullah Muhammad saw. Semoga Mutiara Amaly selalu dilimpahkan rahmat-Nya dan tetap berjaya selamanya. AMIN. +6285756594xxx


Assalamualaikum Mutiara Amaly, Subhanalloh dengan kehadiranmu aku telah memperoleh seberkas sinar yang terang didepan mata..kamu telah membukakan mata hatiku yang selama ini tertutup akan keindahan dunia..makasi banyak Mutiara Amaly, terus berjuang dan jangan pernah merasa lelah dan bosan untuk menyebarkan semua keindahan yang kau miliki. Wassalamualaikum ( IRMA , SIPIROK, MEDAN) +6281396192xxx


Alhamdulillah..pertama baca Mutiara Amaly aku langsung jatuh cinta. Mutiara katamu membuatku terpesona. Menggugah hatiku untuk selalu ingat & taat pada Allah. Allahu akbar. (Ika, Ngawi) +6285859695xxx


Mutiara Amaly, selama ini aku bukan orang yang suka membaca, tapi setelah melihat dan membaca berulang-ulang, aku langsung merasa suka dengan buku Mutiara Amaly. Mutiara Amaly Terima kasih, kehadiranmu menjadikan petunjuk buat aku lebih sadar dan menjadikan aku jauh bisa lebih baik dalam menjalani hidup. Semoga Mutiara Amaly tetap berkibar menjadi media dakwah. (Gondo, Purbalingga) +6285842946xxx


Kesaksian Pembaca Majalah Mutiara Amaly
SYUKRON. Mutiara Amaly dengan mebacamu,ana jadi tambah wawasan tentang ISLAM, walaupun tipis tapi sejuta makna, berjuang terus ya Mutiara Amaly sampe titik penghabisan dakwah kita. Semangat. ALLAH HUAKBAR +6285647894xxx


Assalamualaikum, dengan membaca buku kecil tapi penuh dengan makna, sungguh hati ini bergetar karena kita hidup di dunia ini banyak terlena, kurang pikirkn untuk akhirat, semoga hidayah saya dapatkan setelah baca buku mungil ini, (Sumiati Cimahi) +6285723142xxx


Assalamualaikum Wr Wb terima kasih Mutiara Amaly engkau jadikan iman ini semakin bertambah & selalu ingin mendekatkan diri lebih dekat lagi. Trim`s., (ELMI-LOTIM-NTB) +6287865963xxx


Ya Allah, setelah aku membaca Amaly, hatiku semakin tergugah untuk bertaubat, aku ingin di lindungi oleh dirimu, maafkan aku bila aku berbuat dosa lagi kepadamu, semoga Mutiara Amaly selalu memberikan penyejukan hati yang akan selalu menyejukan hati setiap orang, +6281946285xxx


Assalaamu`alaykum Wr Wb. Alhamdulillah Mutiara Amaly telah membangkitkan semangatku dalam menuntut ilmu syar`i . Bergetar hatiku tiap membaca kata-kata dalam Mutiara Amaly, layak djadikan bahan renungan diri setiap waktu . semoga Mutiara Amaly selalu dalam ridho Alloh. . amin. . (HARTINI, SOLO) +6285728267xxx






Silahkan klik disini untuk melihat ribuan kesaksian lainnya.
Lima tahun yang lalu... seorang muhsinin merelakan uangnya hampir Rp.200.000.000,- (duaratus juta rupiah) untuk Majalah Mutiara Amaly ini. Tanpa serupiahpun profit di pinta. Bahkan tanpa harus mengembalikan serupiahpun.....

Selanjutnya rupiah demi rupiah... jutaan demi jutaan... terus mengalir dari para muhsinin lainnya. Begitu pula berbagai pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, keringat... dll dari ribuan saudara seiman di berbagai penjuru tanah air.

Dari semua pengorbanan itu terwujudlah
PROGRAM TEBAR DAKWAH TEBAR SEJUTA MUTIARA

Alhamdulillah Program tebar Dakwah telah berjalan 5 tahun lebih dengan baik dan lancar atas kehendak dan pertolongan Allah. Juga dengan dukungan dan keterlibatan ribuan saudara seiman di berbagai penjuru Nusantara.


INFORMASI LEBIH LANJUT KLIK DISINI