Setelah 5 tahun lebih TEBAR DAKWAH berjalan dalam bentuk cetak dengan baik dan lancar, Alhamdulillah, sekarang TEBAR DAKWAH versi DIGITAL dapat dihadirkan. JOIN NOW ! Meraih amal dan penghasilan tambahan.... Insya Allah.

PENYEJUK JIWA PENYUBUR IMAN

.

Kamis, 22 April 2010

Tidak ada keuntungan materi... bersediakah ... ?

Tidak sedikit media Islam bermunculan kemudian tenggelam untuk selamanya dikarenakan banyak hal dan sebab. Majalah-majalah Islam (majalah dakwah) yang mampu bertahan harganya menengah keatas sementara ekonomi mayoritas umat Islam menengah kebawah. Karenanya yang mampu membeli yang menengah keatas yang bisa jadi tingkat pendidikan dan keilmuan (Islam) nya juga cukup lebih tinggi. Bagaimana... mayoritas yang menengah ke bawah itu dengan kondisi ekonomi yang serba pas pasan atau bahkan kurang.

Kesulitan hidup yang dihadapi, tuntutan tuntutan hidup yang tak semuanya terpenuhi, waktu dan tenaga yang terkuras dengan tidak sepadannya apa yang diperolehi, dan berbagai godaan gaya kehidupan disekeliling pinggang yang membikin kecemburuan sosialnya terpacu. Dibarengi dengan kebebasan yang hampir tanpa batas setiap detik mengikis nurani, moral, aqidah dan iman.

Saat zaman dipenuhi kalimat kalimat keramat dan suci semacam "privasi", "hak asasi", "freedom" yang berperan meningkatkan prestasi kemungkaran, maksiat dan dosa. Jiwa gersang, aqidah meranggas dan iman pula goyah hingga menggadai akhirat untuk dunia. Apa pedulinya diri dengan kenyataan yang sudah membosankan telinga mendengarnya, mata menatapnya, dan hati yang semakin terbebal.

Bahwa setiap diri yang pasti akan berakhir masa hidupnya ini memerlukan bekalan yang bisa dibawa mati untuk kehidupan yang kekal abadi. Bekalan itu hanya amal tidak ada yang lain. Merubah keadaan dari kemungkaran kepada hidayah berhasil ataukah tidak bukanlah tuntutan Allah kepada hamba hamba Nya. Melaksanakan kewajiban dan membebaskan diri dari tuntutan tanggungjawab di dahadapan Nya kelak.

Jika seberat dzarah amal kebaikan masih berarti bagi anda saudaraku... mari berbuat bersama... beramal bersama... yang balasan kebaikannya hanya akan kembali pada diri.... NOW.... its time to begin... come and join us...

http://www.facebook.com/pages/Seribu-Rupiah-Untuk-Akherat/108200749218286?v=app_4949752878&ref=ts

http://tebardakwah.com

Selasa, 29 April 2008

Pembaca Mutiara Amaly

  1. Assalamualaikum. Subhanalloh sunguh kata-katamu menunjukan imanku, dan kata-katamu yang lembut mengingat dosa-dosaku, baru kali ini membaca Mutiara Amaly ...
  2. Mutiara Amaly, Alhamdulillah, thank you so much buat Mutiara Amaly. Karena setelah kubaca aku bisa lebih mengerti arti hidup yang sebenarnya. ...
  3. Bagi yang sudah mengenal Majalah Mutiara Amaly yang menjadi Paket Utama Program tebar Dakwah ini, Insya Allah sudah tahu apa dan bagaimana isinya. ...
    www.dutatebardakwah.com/testimonial.php?page=80 -

  4. Mutiara Amaly saya sangat merindukanmu,SUBHANALLOH jiwa yang gersang menjadi sejuk hati yang keras akan menjadi lembut ALHAMDULILLAH saya temukan engkau ...

  5. Hidupku adalah opera jalanan tanpa alas & bertajuk duka tanpa jeda tapi setelah hadirmu Mutiara Amaly, aku semakin terasa kecil di hadapan-NYA dan sadar ...
    www.dutatebardakwah.com/testimonial.php?page=30 -

  6. Bagi yang sudah mengenal Majalah Mutiara Amaly yang menjadi Paket Utama Program tebar Dakwah ini, Insya Allah sudah tahu apa dan bagaimana isinya. ...

  7. Assalamualaikum Mutiara Amaly, kaifa haluk? Jujur baru pertama kali ini aku baca kamu, isinya menarik begitu. Alhamdulillah berkat baca Mutiara Amaly aku ...
    www.dutatebardakwah.com/testimonial.php?page=112 -

  8. Subhanallah,air mata ku berlinang dan badan ku gemetar saat pertama kalinya aku membaca Mutiara Amaly vol 24. semoga semakin lama semakin banyak orang yang ...

  9. Assalamualaikum, banyak orang diluar sana yang mengira bahwa sekolah di pesantren untuk mencari ilmu agama itu nggak penting dan ketinggalan jaman tapi, ...

Rabu, 23 April 2008

nyaris tidak solat subuh kecuali dengan wudhu yang dipakai untuk solat Isyak

nyaris tidak solat subuh kecuali dengan wudhu yang dipakai untuk solat Isyak


Salah satu barakah hidup bersama orang-orang soleh adalah, mereka mampu memberi nasihat dan pencerahan hati


bagi orang yang duduk bersamanya. Sekadar melihat seorang teman yang soleh akan memberi cahaya kesolehan


yang berbeza dalam diri orang yang melihatnya.  Sebagaimana yang Rasulullah beritahukan “Sebaik-baik sahabat


adalah orang yang bila engkau melihatnya, menjadikanmu mengingati Allah”, 


Ada seorang salaf berkata, “Jika aku merasa kegelisahan hati, maka aku segera pergi dan melihat wajah Muhammad


bin Wasi’”. (Nuzhatul Fudhala, 1/526) Ibnul Mubarak juga ada menyebut, “Jika aku melihat wajah Fudhail bin Iyadh, aku


biasanya menangis”.


Salah satu langkah peningkatan diri adalah dengan melihat orang lain yang lebih tinggi kadar ibadah, zuhud, jihad dan


ilmunya. Merekalah yang akan mempengaruhi zuhud kita, ibadah dan jihad kita. Salah satu prinsip yang dipegang oleh


orang-orang soleh terdahulu, bertemu dengan saudaranya adalah bekal spirit yang dapat mebekali kebangkitan ruhani.


Seorang ulama fiqh di Mesir yang wafat dalam tahun 191 H mengisahkan, “Aku pernah mendatangi Imam Malik


sebelum waktu fajar. Aku tanyakan dia dua masalah, tiga masalah, empat masalah, dan aku benar-benar melihatnya


dalam suasana lapang. Kemudian aku datang kepadanya hampir setiap waktu subuh. Kadangkala kerana penat, mataku


terkatup dan aku tertidur. Ketika Imam Malik keluar ke masjid aku tidak mengetahuinya. Kemudian aku dibangunkan


oleh pembantunya sambil berkata, “Gurumu tidak tidur seperti kamu. Padahal ketika usianya telah mencapai empat


puluh sembilan tahun. Setahu aku beliau nyaris tidak solat subuh kecuali dengan wudhu yang dipakai untuk solat Isyak”.


(Tartibul Madarik, 3/250)


Salah seorang salafussoleh bercerita, “Aku pernah bangun pada waktu sahur untuk mempelajari Al-Quran kepada Ibnu


Akram, seorang ulama Damsyik. Tapi ternyata kehadiranku telah didahului oleh kira-kira tiga puluh orang. Dan aku


belum mendapat giliran sampai datang waktu Asar. (Nuzhatul Fudhala, 2/1145).


Menanti giliran membaca dua halaman Al-Quran dari sebelum fajar hingga waktu Asar. Kedatangannya sebelum


fajarpun telah didahului lebih kurang tiga puluh orang.


Imam Ibnu Jauzi rahimahullah berkata, “Aku berlindung kepada Allah daripada peri hidup orang yang tidak mempunyai


cita-cita tinggi hingga boleh diteladani oleh orang lain, yang tidak mempunyai sifat warak yang boleh ditiru oleh orang


yang ingin berzuhud. Demi Allah, hendaklah kalian memerhatikan perilaku sesuatu kaum, mendalami sifat dan berita


tentang mereka. Ini kerana memperbanyak meneliti kitab-kitab mereka adalah sama dengan melihat mereka. Apabila


engkau mengatakan telah mendalami dua puluh ribu jilid buku, bererti engkau telah melihat mereka melalui kajian


engkau terhadap tingkat semangat mereka, kepandaian mereka, ibadah mereka, keistimewaan ilmu yang mereka miliki


yang tidak pernah diketahui orang yang tidak pernah membacanya…” (Qimatuz Zaman ‘indal Ulama:31).


 

Minggu, 13 April 2008

Keras Hati Berakibat Membinasakan Diri

Keras Hati Berakibat Membinasakan Diri


Hati adalah sumber penalaran, tempat pertimbangan, tumbuhnya cinta dan benci, keimanan dan kekufuran, taubat dan keras kepala, ketenangan dan kegoncangan.

Hati juga sumber kebahagiaan, jika kita mampu membersihkannya, namun sebaliknya merupakan sumber bencana jika menodainya. Aktivitas badan sangat tergantung lurus bengkoknya hati. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu berkata, "Hati adalah raja, sedangkan anggota badan adalah tentara. Jika raja itu bagus, maka akan bagus pula tentaranya. Jika raja itu buruk, maka akan buruk pula tentaranya."

Tanda-Tanda Kerasnya Hati

Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :

1. Malas Melakukan Ketaatan dan Amal Kebaikan
Terutama malas untuk menjalankan ibadah, bahkan mungkin meremehkan nya, melakukan shalat asal-asalan tanpa ada kekhusyukan dan kesungguhan, merasa berat dan enggan, merasa berat pula menjalankan ibadah-ibadah sunnah. Allah telah menyifati kaum munafiqin. Firman-Nya, artinya,
“Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (At-Taubah : 54)

2. Tidak Tersentuh Oleh Ayat Al-Qur'an dan Petuah
Ketika disampaikan ayat-ayat yang berkenaan dengan janji dan ancaman Allah, maka tidak terpengaruh sama sekali, tidak mahu khusyu' atau tunduk, dan juga lalai dari membaca al-Qur'an serta mendengarkannya, bahkan enggan dan berpaling darinya. Sedang kan Allah Subhannahu wa Ta'ala telah memperingatkan, artinya,
“Maka beri peringatanlah dengan al-Qur'an orang yang takut kepada ancaman-Ku.” (Qaaf : 45)

3. Tidak Tersentuh dengan Ayat Kauniyah
Tidak tergerak dengan adanya peristiwa-peristiwa yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai sesuatu yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.
“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah :126)

4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat
Himmah dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.

5. Kurang Mengagungkan Allah.
Sehingga hilang rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari kemungkaran. Tidak mengenal yang ma'ruf serta tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa.

6. Kegersangan Hati
Kesempitan dada, mengalami kegoncangan, tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu.

7. Kemaksiatan Berantai
Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.


Sebab-Sebab Kerasnya Hati

Di antara faktor kerasnya hati, yang penting untuk kita ketahui yakni:

1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat
Kalau hati sudah keterlaluan mencintai dunia melebihi akhirat, maka hati tergantung terhadapnya, sehingga lambat laun keimanan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk menjalankan ibadah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka, akhirat terabaikan dan bahkan ter-lupakan. Hatinya lalai mengingat maut, maka jadilah dia orang yang panjang angan-angan.
Seorang salaf berkata, "Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia, dan mempunyai dua mata di hati untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain itu (keburukan), maka dia biarkan si hamba sedemikian rupa (tidak mampu melihat dengan mata hati), lalu dia membaca ayat, “Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci.” (Muhammad : 24)

2. Lalai
Lalai merupakan penyakit yang berbahaya apabila telah menjalar di dalam hati dan bersarang di dalam jiwa. Karena akan berakibat anggota badan saling mendukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itu lah orang-orang yang lalai” (QS.16:108)
Allah Subhannahu wa Ta'ala memberitahukan, bahwa orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati keras membatu, tidak mahu lembut dan lunak, tidak mempan dengan berbagai nasehat. Dia bagai batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata, namun tak mampu melihat kebenaran dan hakikat setiap perkara. Tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan membahayakan. Mereka juga memiliki telinga, namun hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai bentuk kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan. Tidak pernah digunakan untuk mendengarkan al-haq dari Kitabullah dan Sunnah Rasul Shalallaahu alaihi wasalam (Periksa QS. Al A'raf 179)

3. Kawan yang Buruk
Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang mempengaruhi kerasnya hati seseorang. Orang yang hidupnya di tengah gelombang kemaksiatan dan kemungkaran, bergaul dengan manusia yang banyak berku-bang dalam dosa, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, banyak mendengar musik dan menghabiskan hari-harinya untuk film, maka sangat memungkinkan akan terpengaruh oleh kondisi tersebut.

4. Terbiasa dengan Kemaksiatan dan Kemungkaran
Dosa merupakan penghalang seseorang untuk sampai kepada Allah. Ia merupakan pembegal perjalanan menuju kepada-Nya serta membalikkan arah perjalanan yang lurus.
Kemaksiatan meskipun kecil, terkadang memicu terjadinya bentuk kemaksiatan lain yang lebih besar dari yang pertama, sehingga semakin hari semakin bertumpuk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu persatu kemaksiatan tersebut masuk ke dalam hati, sehingga menjadi sebuah ketergantungan yang amat berat untuk dilepaskan. Maka melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju Allah dan kampung akhirat, sehingga menjadi terhalang dan bahkan terhenti tak mampu lagi bergerak menuju Allah.

5. Melupakan Maut, Sakarat, Kubur dan Kedahsyatannya.
Termasuk seluruh perkara akhirat baik berupa adzab, nikmat, timbangan amal, mahsyar, shirath, Surga dan Neraka, semua telah hilang dari ingatan dan hatinya.

6. Melakukan Perusak Hati
Yang merusak hati sebagaimana dikatakan Imam Ibnul Qayyim ada lima perkara, yaitu banyak bergaul dengan sembarang orang, panjang angan-angan, bergantung kepada selain Allah, berlebihan makan dan berlebihan tidur.


Solusi

Hati yang lembut dan lunak merupakan nikmat Allah yang sangat besar, karena dia mampu menerima dan menyerap segala yang datang dari Allah. Allah mengancam orang yang berhati keras melalui firman-Nya,
“Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah.Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (Az-Zumar: 22)

Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lunak, lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yakni:

1. Ma'rifat (mengenal) Allah
Siapa yang kenal Allah, maka hatinya pasti akan lunak dan lembut, dan siapa yang jahil terhadap-Nya, maka akan keras hatinya. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah, maka akan semakin berani melanggar batasan-Nya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaan Nya.

2. Mengingat Maut
Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, juga penderitaan menjelang sakaratul maut termasuk ke dalam mengingat maut. Memperhatikan pula orang-orang yang telah mendekati kematian dan menghadiri jenazah. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan dari keterlenaan. Sa’id bin Jubair berkata, "Seandainya mengingat mati lepas dari hatiku, maka aku takut kalau akan merusak hatiku."

3. Berziarah Kubur dan Memikirkan Penghuninya.
Bagaimana mereka yang telah ditimbun tanah, bagaimana mereka dulu makan, minum dan berpakaian dan kini telah hancur di dalam kubur, mereka tinggalkan segala yang dimiliki, harta, kekuasaan maupun keluarga, lalu ingat dan berfikir, bahwa sebentar lagi dia juga akan mengalami hal yang sama.

4. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur'an.
Memikirkan ancaman dan janjinya, perintah dan larangannya. Karena dengan memikirkan kandungannya, maka hati akan tunduk, iman akan bergerak mendorong untuk berjalan menuju Rabbnya, hati menjadi lunak dan takut kepada Allah.

5. Mengingat Akhirat dan Kiamat
Huru-hara dan kedahsyatannya, Surga dengan kenimatannya, neraka dengan penderitaannya yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.

6. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dapat melunakan hati yang keras. Karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka kekerasan hati makin memuncak pula.

7. Mendatangi Orang Shalih dan Bergaul dengen Mereka.
Orang shaleh akan memberikan semangat ketika kita lemah, mengingatkan ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah

8. Berjuang, Introspeksi dan Melihat Kekurangan Diri.
Manusia, jika tidak mahu berjuang, introspeksi dan melihat kekurangan diri, maka dia tidak tahu, bahwa dirinya sakit dan banyak kekurangan. Jika dia tidak merasa sakit atau punya kekurangan, maka bagaimana mungkin dia akan memperbaiki diri atau berobat?

Wallahu a’lam, semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala melunakkan hati kita semua untuk menerima dan menjalankan kebenaran, amin ya Rabbal ‘alamin.

 

Rabu, 09 April 2008

Quran Auto Reciter 1.4 (FREE) for Windows 95/98/NT/XP/Vista

Quran Auto Reciter 1.4 (FREE) for Windows 95/98/NT/XP/Vista





Quran Auto Reciter allows you to read the Noble Qur'an in a number of Arabic Fonts while it is being recited to you from a vast choice of famous reciters. It can be configured to launch automatically at specific times for recitals or for giving Athan at times manually configurable by yourself. Prayer timings of local majids can be configured so that you're alerted 5 times a day by an Athan of your choice.

link
http://www.searchtruth.com/download.php

Senin, 07 April 2008

Free Press [share_ebook] Holy War, Inc.: Inside The Secret World of Osama Bin Laden by Peter L Bergen | Free eBooks Download!

HOLY WAR, INC.: Inside the Secret World of Osama bin Laden is an extraordinary, in-depth account of Osama bin Laden and his global network by CNN’s terrorism analyst, Peter L. Bergen. One of only a handful of western journalists to have met and interviewed bin Laden, Bergen has done an exhaustive job of researching the man and the Jihadist network of al-Qaeda-the prime suspects in the World Trade Center and Pentagon attacks of September 11.

Over the last four years Peter Bergen has traveled to the places where al-Qaeda has flourished-among them Afghanistan, Yemen, Egypt, England, and Pakistan-to learn the truth about a man revered by millions and wanted dead or alive by millions more. He has interviewed scores of people-from close friends of bin Laden to Taliban cabinet members to former Prime Minister of Pakistan Benazir Bhutto. In HOLY WAR, INC., Bergen helps us to see bin Laden’s organization in a radically new light: as a veritable corporation that has adopted twenty-first-century communications and weapons technologies in order to advance an almost medieval interpretation of holy war.

External Download Link1:


External Download Link2:



External Download Link3:


External Download Link4:

The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam

The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam
Alpha | ISBN 0028642333 | 2001-10 | PDF | 408 pages | 63.5 MB
It may surprise readers to discover that Islam is the fastest-growing religion in the world, according to The Complete Idiot's Guide to Islam. "However, even more eye-opening is the fact that Islam is the fastest growing religion in North America," writes author Yahiya Emerick (How to Tell Others About Islam). Paradoxically, Islam is also one of the most misunderstood and maligned religions in North America. Fortunately, Emerick has written a viable antidote to the widespread confusion and ignorance. Using the Idiot's Guide's formula of questions and answers, sidebars, and small, easy-to-digest essays, Emerick makes Islam accessible to anyone who is inclined to learn more about this influential religion. Readers have much to glean from this comprehensive and balanced guidebook--primarily that Islam is a prayerful, peace-loving religion that has been misused in the name of terror, just as Hitler and other extremists have misused Christianity throughout history. Emerick devotes an entire section to "Looking at Women in Islam," in which readers can sort through even more misconceptions. The Idiot's Guide title belies the integrity of the book, which is an important contribution for our times. --Gail Hudson

http://depositfiles.com/files/1279485
http://depositfiles.com/files/1279349
NO MIRROR! ID131056 131056
romskikowsky 22 Jul 2007 09:50 Do not make advertising for the Islam, this is the wrong place ! ID:583915 583915
whateverish 22 Jul 2007 10:33 for those that want RapidShare's speed for larger files;
http://rapidshare.com/files/44313173/Complete_Idiots_Guide_to_Understanding_Islam_0028642333.part1.rar
http://rapidshare.com/files/44314969/Complete_Idiots_Guide_to_Understanding_Islam_0028642333.part2.rar
Enjoy ID:583935 583935
youness007 22 Jul 2007 10:40 thanks for that great book.
we need books like that for understanding more about this great religion. ID:583937 583937
sjc001 22 Jul 2007 12:00 Religion is what Man Uses to create god in his own image. And, religion is the greatest evil Man has ever created as well. ID:583964 583964
sjc001 22 Jul 2007 12:07 When they state fastest growing religion that means at a rate of 2.9% per year as compared to Christianity which is around 2.3% per year. BTW, world population growth is also around 2.3% per year.

This book is nothing more than what is called apologetics. Which is basically "Why tell a lie when a half-truth will do?" All dominance based religions do this sort of thing. Theists of this sort are intellectually dishonest.

BTW, speaking out against such evil is not racist and it is not hatred either. That is unless you believe that only one race can be Muslim? BTW, I treat all dominance based religions the same so it isn't prejudice either. I only have to respect another's right to believe whatever they want, not the belief itself.

Oh, and saying that they are "misusing" or that they're not TRUE [fill in the blank] is lame as well. They could say the very same of those who say this and use the same holy texts to prove it just as much as either would. As I had said, Man uses religion to create god in his own image.

Name one fundamentalist contemporary Muslim nation, that primarily uses Shar'a Law, that isn't oppressive. ID:583968 583968
bacchususa 22 Jul 2007 16:12 great book! i ve always wanted to know about islam from right sources. we ve been stuck with a devil's begotten religion called "Christianity", a religion started with the inquisition which murdered and terrorized the world for long and now we have neo-Christians fundamentalists that took this even farther.
lets take the real evil who hides underneath "Christianity" and root it out. this way, we wont end up with people like sjc001!

ID:584099 584099

Minggu, 02 Maret 2008

YUSABBIH

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. 24:41)
    Saya tak tahu apa yang terjadi pada diri saya petang tadi. Tiba-tiba saya rasa keliru dan buntu. Saya berjalan ke tempat saya selalu bersembunyi. Di situ, saya akan tenggelam dengan bunyi deruan air, hiruk pikuk jangkrik yang bersahutan, siulan dan kicauan burung yang senantiasa ceria, desiran daun-daun dan rumput bila ditiup angin kencang.
    Di situlah saya selalu coba memahami bahasa alam. Di situ saya dapat memperhatikan ekosistem yang rapi. Semut-semut, kupu-kupu, burung-burung, ikan-ikan dan pelbagai hewan yang halus, tidak pernah saya tahu nama-nama mereka.
    Sinaran matahari begitu gagah menyebarkan cahayanya ke seluruh jagat. Masing-masing memantulkan cahayanya mengikut upaya dan kodrat masing-masing. Rumput-rumput, daun-daun begitu gagah, tidak tergugat dengan matahari yang memancar, tetap hijau… Mereka semua cerminan sifat-sifat Allah yang sungguh sempurna.
    Saya mengumpulkan semangat, daya tumpu, sehingga bunyi-bunyi itu bersatu…menjadi satu rentak… saya rasa sangat sunyi… tenang dan khusyuk…
    Angin terus-terusan menampar lembut seluruh jasad saya. Ketika itu saya merasakan Allah begitu dekat. Saya seolah faham saya sedang bersatu dengan alam untuk bertasbih mengagungkan-Nya semata. Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahhu akbar….
***
    Allah yang Maha Agung senantiasa berbicara dengan kita. Tetapi kita tidak mengindahkannya. Bagaimanakah bahasa Allah itu? Bukankah bahasa itu ialah sesuatu yang memberi makna?
    Al-Qur'an bukti terunggul sifat Allah yang berbicara. Al-Qur'an sepanjang masa berbicara dengan kita. Tetapi kita sering menganggap al-Qur'an itu kaku. Sedangkan al-Qur'an itu sarat makna.
    Simbol juga mengandung makna, jadi simbol juga adalah bahasa. Isyarat merah sudah cukup memberi arti bahaya. Senyuman pula sudah cukup menggambarkan ceria atau bahagia walaupun tidak ada kata-kata.
    Dalam bahasa Arab, alamaat berarti tanda-tanda (simbol).  Alam yang kita duduki ini ialah tanda. Tanda ialah bahasa. Jadi alam ini ialah tanda Allah, alam ini ialah bahasa Allah.
    Iqra’. Kita perlu membaca dan menelaah dua kitab. Satu Kitab al-Qur'an dibaca dan ditadabbur; satu lagi kitab besar, kitab alam semesta yang mesti ditafakkur dan dihayati.
    Di dalam al-Qur'an Allah senantiasa memberi contoh malam dan siang, langit dan bumi, lautan dan daratan, hewan-hewan yang berjalan, yang melata, pohon-pohon, hujan dan musim, malah pelbagai lagi tentang alam. Itu semua adalah tanda.
    Jadi marilah kita baca ke dua-dua kitab, al-Qur'an dan alam dengan penuh khusyu', tadabbur, tafakkur, menghayati makna yang tersembunyi di setiap hurufnya, setiap kalimahnya, setiap ayatnya , setiap paragrafnya, setiap judulnya... dari sana pasti akan mengenali siapakah Pengarang karya yang agung ini.
    Perhatikan setiap kejadian yang besar dan kecil. Perhatikan juga di sekeliling. Perhatikan juga diri kita, malah ke dalam diri kita. Di situ akan terpantul Nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya. Ia sangat jelas, terang, tidak pernah terselindung. Yang kabur hanyalah mata kita dan cermin hati kita. Kita seolah melihat, tapi kita rabun dan hampir buta.
    Rububiyyah Allah, Uluhiyyah Allah, terpampang terbentang di setiap perkara. Setiap makhluk kecil atau besar merupakan cerminan yang memantulkan pelbagai sifat-Nya. Sebagaimana matahari yang gagah dan garang, setiap makluk dengan kudrat yang paling kecil atau besar tetap mau memantulkan cahayanya yang terang. Lautan dengan kapasitasnya yang besar, embun dengan kudrat yang haqir kerdil, semuanya menyumbang... ingin memantulkan cahaya... menunjukkan kegagahan dan kekuatan sang matahari.
    Perhatikan setiap perkara, karena disana ada tanda. Tanda itu ialah bahasa. Bicara Allah kepada kita.
Subhanaka la 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'Alim al-Hakim.


Dan seandainya pohon-pohon  di  bumi  menjadi  pena  dan  laut  (menjadi tinta),  ditambahkan  kepadanya  tujuh  laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya  (dituliskan)  kalimat  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

YUSABBIH

Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
(QS. 24:41)
    Saya tak tahu apa yang terjadi pada diri saya petang tadi. Tiba-tiba saya rasa keliru dan buntu. Saya berjalan ke tempat saya selalu bersembunyi. Di situ, saya akan tenggelam dengan bunyi deruan air, hiruk pikuk jangkrik yang bersahutan, siulan dan kicauan burung yang senantiasa ceria, desiran daun-daun dan rumput bila ditiup angin kencang.
    Di situlah saya selalu coba memahami bahasa alam. Di situ saya dapat memperhatikan ekosistem yang rapi. Semut-semut, kupu-kupu, burung-burung, ikan-ikan dan pelbagai hewan yang halus, tidak pernah saya tahu nama-nama mereka.
    Sinaran matahari begitu gagah menyebarkan cahayanya ke seluruh jagat. Masing-masing memantulkan cahayanya mengikut upaya dan kodrat masing-masing. Rumput-rumput, daun-daun begitu gagah, tidak tergugat dengan matahari yang memancar, tetap hijau… Mereka semua cerminan sifat-sifat Allah yang sungguh sempurna.
    Saya mengumpulkan semangat, daya tumpu, sehingga bunyi-bunyi itu bersatu…menjadi satu rentak… saya rasa sangat sunyi… tenang dan khusyuk…
    Angin terus-terusan menampar lembut seluruh jasad saya. Ketika itu saya merasakan Allah begitu dekat. Saya seolah faham saya sedang bersatu dengan alam untuk bertasbih mengagungkan-Nya semata. Subhanallah, walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahhu akbar….
***
    Allah yang Maha Agung senantiasa berbicara dengan kita. Tetapi kita tidak mengindahkannya. Bagaimanakah bahasa Allah itu? Bukankah bahasa itu ialah sesuatu yang memberi makna?
    Al-Qur'an bukti terunggul sifat Allah yang berbicara. Al-Qur'an sepanjang masa berbicara dengan kita. Tetapi kita sering menganggap al-Qur'an itu kaku. Sedangkan al-Qur'an itu sarat makna.
    Simbol juga mengandung makna, jadi simbol juga adalah bahasa. Isyarat merah sudah cukup memberi arti bahaya. Senyuman pula sudah cukup menggambarkan ceria atau bahagia walaupun tidak ada kata-kata.
    Dalam bahasa Arab, alamaat berarti tanda-tanda (simbol).  Alam yang kita duduki ini ialah tanda. Tanda ialah bahasa. Jadi alam ini ialah tanda Allah, alam ini ialah bahasa Allah.
    Iqra’. Kita perlu membaca dan menelaah dua kitab. Satu Kitab al-Qur'an dibaca dan ditadabbur; satu lagi kitab besar, kitab alam semesta yang mesti ditafakkur dan dihayati.
    Di dalam al-Qur'an Allah senantiasa memberi contoh malam dan siang, langit dan bumi, lautan dan daratan, hewan-hewan yang berjalan, yang melata, pohon-pohon, hujan dan musim, malah pelbagai lagi tentang alam. Itu semua adalah tanda.
    Jadi marilah kita baca ke dua-dua kitab, al-Qur'an dan alam dengan penuh khusyu', tadabbur, tafakkur, menghayati makna yang tersembunyi di setiap hurufnya, setiap kalimahnya, setiap ayatnya , setiap paragrafnya, setiap judulnya... dari sana pasti akan mengenali siapakah Pengarang karya yang agung ini.
    Perhatikan setiap kejadian yang besar dan kecil. Perhatikan juga di sekeliling. Perhatikan juga diri kita, malah ke dalam diri kita. Di situ akan terpantul Nama-nama-Nya, Sifat-sifat-Nya. Ia sangat jelas, terang, tidak pernah terselindung. Yang kabur hanyalah mata kita dan cermin hati kita. Kita seolah melihat, tapi kita rabun dan hampir buta.
    Rububiyyah Allah, Uluhiyyah Allah, terpampang terbentang di setiap perkara. Setiap makhluk kecil atau besar merupakan cerminan yang memantulkan pelbagai sifat-Nya. Sebagaimana matahari yang gagah dan garang, setiap makluk dengan kudrat yang paling kecil atau besar tetap mau memantulkan cahayanya yang terang. Lautan dengan kapasitasnya yang besar, embun dengan kudrat yang haqir kerdil, semuanya menyumbang... ingin memantulkan cahaya... menunjukkan kegagahan dan kekuatan sang matahari.
    Perhatikan setiap perkara, karena disana ada tanda. Tanda itu ialah bahasa. Bicara Allah kepada kita.
Subhanaka la 'ilma lana illa ma 'allamtana innaka antal 'Alim al-Hakim.


Dan seandainya pohon-pohon  di  bumi  menjadi  pena  dan  laut  (menjadi tinta),  ditambahkan  kepadanya  tujuh  laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya  (dituliskan)  kalimat  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. 31:27)


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

Jumat, 28 Desember 2007

Video tentang pengenalan Islam



untuk melihat video lebih banyak lagi silahkan kunjungi mutiara amaly video

Kisah dan cerita tentang orang orang yang kembali ke Islam klik mutiara hidayah

Kisah dan cerita kebencian yang membabi buta tanpa logika waras klik kalap

Minggu, 23 Desember 2007

Perlu Syukur

ALLAH melimpahkan rahmat-Nya kepada manusia sepanjang masa, tanpa sedetik pun terlepas dinikmati manusia. Jika tanpa rahmat Allah sedetik, pasti musnah seluruh alam ini, termasuk manusia dan segala kemegahan yang dikagumi selama ini.
Sepantasnya senantiasa sadar dan menyatakan rasa bersyukur kepada-Nya di atas segala nikmat hidup yang dianugerahkan. Sifat menunjukkan rasa bersyukur bukan saja satu amalan seperti mengucapkan rasa berterima kasih sesama manusia.
Sebaliknya, perbuatan yang berkaitan tanda bersyukur juga menjadi bukti tanda keimanan seseorang. Orang beriman senantiasa sadar siapakah dirinya dan tujuan asal diciptakan Allah. Apa yang dinikmati dan dimiliki di dunia ini adalah milik Allah yang dipinjamkan sementara saja.
Nikmat yang Allah sediakan untuk manusia amat besar. Manusia tidak mampu menggerakkan anggota badan sendiri tanpa izin Allah. Malah, tidak ada satu sel badan, daripada bermilyar-milyar sel dalam badan, dapat berfungsi sendiri melainkan ia ketentuan Allah.
Maka, besarnya kekuasaan Allah dan nikmat diberikan kepada manusia. Sesungguhnya, kehidupan ini serba lengkap dan sempurna. Manusia tidak mampu menghitung apa yang dinikmati karena tidak ada satu pun melainkan ia adalah ihsan karunia Allah.
Sedangkan Allah Maha Pengasih dan Maha Pemurah tidak meminta sebarang balasan terhadap apa dianugerahkan kepada manusia, melainkan beribadat dan bertakwa kepada-Nya.
Setiap yang dilakukan manusia adalah untuk dirinya sendiri baik di dunia maupun akhirat, Allah tidak mengharapkan pertolongan dari manusia.
Melihat sifat manusia mudah lupa, Allah banyak memberi peringatan dalam al-Quran yang menyebut kalimah syukur digandengkan dengan kalimah zikir.
Kedua kalimah itu memberi peringatan supaya manusia mengkaji setiap kejadian alam yang dijadikan Allah, tidak mudah lupa diri dan tidak bersikap angkuh.
Orang yang tidak bersyukur mudah lupa apabila mendapat kemewahan dan kejayaan hidup. Menganggap itu adalah hasil dari usahanya sendiri, serta menjadi kufur dan ingkar kepada Allah.
Sedangkan apabila dirinya ditimpa kecelakaan dan kesukaran hidup, maka mudah pula dia hilang pertimbangan dan keyakinan diri, lalu menyalahkan Allah atas nasib yang menimpanya.
Ironinya, tidak menganggap kecelakaan dan kegagalan itu bersumber dari sikapnya sendiri.


 


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

Jumat, 21 Desember 2007

SINETRON

Tanpa menafikan adanya manfaat. Hanya saja madhorotnya lebih besar dan nyata.
Tayangan tayangan di televisi kian menghancurkan martabat bangsa dan generasi negri ini. Hampir tiada hari tanpa sinetron dan infotaiment. Hampir tiada sinetron tanpa kisah anak gadis hamil diluar nikah, hampir tiada infotaiment tanpa kisah pacaran, putus-nyambung kawin–cerai selebritis yang semua itu adalah perkara yang di benci Allah dan Rasulnya.
Dan... efek dari semuanya ini langsung dibuktikan dalam "buser", "sergap", "investigasi" dll pemerkosaan, perampokan, pembunuhan dan berbagai kejahatan lain sebagaimana yang dicontohkan dalam sinetron. Sungguh nyata dan terbukti sukses. Mereka yang merancang program tayangan, mereka yang menayangkan bukti efek dan akibatnya. Demi perut, menunjukkan kebodohan diri tanpa malu. 
Bahasa bahasa yang nampak keren dan ngetrend tersebut sesungguhnya nampak indah hanya bagi hati dan pikiran yang telah rusak, bagi yang nuraninya telah mati. Sinetron yang ada hanya karya karya murahan, jiplakan, dan tak bermutu hanya untuk mengeruk keuntungan materi tanpa peduli nasib generasi. Malang nian  demi perut sanggup merusak generasi dan negrinya sendiri. Sanggup menempuh dosa.
Infotaiment bahasa lain yang mudah dipahami adalah ghibah. Allah telah menjelaskan ghibah itu artinya memakan bangkai saudara sendiri. Allah juga telah memberikan contoh nyata "hadits ifki" menyebar isu adalah sebuah dosa besar. Allah dan Rasulnya justru mengajarkan kebaikan bahwa aib saudaranya itu selayaknya ditutupi. "Man satara musliman satarallahu yaumal qiyamah" Barang siapa yang menutupi aib saudaranya maka Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat.
***
Saudaraku... masih menikmati proses merusak generasi dan menghancurkan negri ini ?

Kamis, 20 Desember 2007

SMS PEMBACA MUTIARA AMALY

Ass, memang kita belum lama kenal, pertama kali aku melihatmu di mushola kampus S2 ku dari pandangan pertama aku sudah jatuh cinta.. apalagi setelah membacamu aku semakin sayang.. MA semoga persahabatan kita tetap abadi.. (+6285252556xxx, Hidayat, Sanggau KAL-BAR)


Ass... Terimakasih MA, banyak sudah yang kudapat, kupelajari darimu. Kesejukan, kedamaian kini senantiasa hadir dalam kehidupanku yang selama ini gersang dari tuntunan agama, hatiku telah kau bukakan tuk senantiasa menjadi pribadi yang islami. Thank tuk perjuangan dakwah MA.. Wassalamu alaikum. (+6285692140xxx, ZHEILAN, Magetan)


Ass. Bersama sepi dalam kesunyian MA menyertaiku bagai mata air dalam kegersangan. indah kata penuh makna. kecil penuh guna. pembangun jiwa yang terlelap. MA moga selau tegak di jalanNya. (+6281325424xxx, PAY, Semarang)


Dunia terasa indah dengan ukhuwah yang saling memberi tanpa batas. Ada sapa dalam duka, ada tausiah dalam perbaikan diri, ada doa dalam setiap ketakutan, semua itu ada padamu MA. Terima kasih MA, terus berjuang dan tetap semangat! (+6285233742xxx, Puri, Ngawi)


Ass. Wr. Wb. Alhamdulillah Allah mempertemukan Mutiara Amaly dengan hambanya yang dzoif ini. Dengan mengenalmu aku selalu menemukan jalan keluar dari problem yang kualami. Dan dengan mengenalmu pula, aku lebih dan lebih mengingat-Nya, lebih mencintai kekasih-kekasih-Nya dan lebih waspada akan kedatangan malaikat pencabut nyawa dan mengingat akan terjadinya kehidupan yang abadi. SEMOGA MA akan lebih berkembang ke seluruh pelosok dunia & dapat mengingatkan kepada hamba-hamba Allah yang lain. AMIN (+6285223149xxx, Reni Nur'aeni-Tasikmalaya)


Ass MA... tahukah Egkau!! Bahwa kehidupan memberikan ratusan alasan untuk kecewa, marah, sakit hati, menangis tapi Allah memberikan berjuta alasan untuk tetap tersenyum karena hidup ini seprti penjara rumah bagi kesedihan dan penderitaan. Berbagai aktivitas di dalamnya mengarah pencapaian singgasana sesaat dan semu, dan dakwahmu telah luluhkan 1000 hati. (+6281393498xxx, Ikah, Sragen)


Assalamualaikum... Bagaimanapun kondisimu aku tetap menanti kedatanganmu. (+6281318246xxx, Dimas)


Ass.. terima kasih untuk majalah mutiara amaly dengan membaca buku mutiara amaly menenangkan hatiku untuk menjalani hidup dengan tenang dan selalu mengingat ALLOH. Tingkatkan terus kualitasnya. wassalam (+6285228578xxx, Zahroh, Kebumen)


Ass.Wr.Wb..MA syukron atas bait-baitmu yang membuatku terinspirasi untuk menulis di buletin kampusku.. Bahasa & lirikmu dapat menyejukkan hati manusia yang haus akan keberkahan & kebenaranNYA.. Semoga MA selalu memberikan berkah motivasi bagi orang-orang yang membacamu. Wassalamu alaikum. (+6285266154xxx, Yolanda, JAMBI)


Ass. Suatu senin pagi saya akan berangkat sekolah, tapi di jalan saya kecelakaan, ketika di sekolah saya ditolong guru saya, dan dia sedang membawa MA, kemudian iseng saya pinjam. Saya baca artikel "Benarkah segalanya Lillah?" sambil meringis2, lalu hati saya menangis. Dan saya langsung jatuh cinta dengan MA (+6285642573xxx, Elida,Tegal)


Alhamdulillah Yaa Ghoffaar karena Engkau telah mentakdirkan MA berada di bumiMu sebagai bacaan kasih sayang pada hambaMu, buat seluruh tim MA jazakumullah , (+85293159xxx, Tati Nurwati, Central Hongkong)


Terima kasih untuk MA, yang memberi semangat untuk dekat pada Allah. Isinya menyentuh hati. Maju terus! Alamat agen Jogja di mana ya? (+6281802703xxx, Endarini S, Bantul,Yogya)


Assalamualaikum, Kala banyak media yang dapat mengeraskan dan membutakan hati dari petunjuk ALLAH, kini kau datang dengan misi berbeda, membuka serta meluluhkan hati, demi kalimatullah tegak di muka bumi. Moga Allah redho padamu MA, syukron. (+6285293129xxx, Anda, Sragen)


 

TENANG

Mengingati Allah mengantarkan pada ketenangan jiwa. Tenang dengan takdir-Nya, dikala susah senang, dikala sedih bahagia, dikala sempit lapang, dikala jatuh bangkit... yang ada hanyalah redha dengan jalan hidup yang ditetapkan Nya. Hidup senantiasa optimis karena yakin segalanya telah termaktub di Lauh Mahfuz. Dan ketetapan Nya adalah yang terbaik.
***
"Mengapa cepat sekali hatiku berubah....”. Sejenak iman kuat membara di hati. Tetapi lama kelamaan pudar dan semakin redup. Dulu bersemangat mengkaji dan mengamalkan Islam, kini terus surut oleh kesibukan dunia yang seakan tanpa penghujung.
Semakin diri tenggelam ke dasar lautan duniawi, nafas iman terasa semakin lemah dan akan mati lemas akhirnya. Kelemahan iman menyebabkan diri tersungkur di lembah dosa. Ibadah yang tidak berkwalitas, perlahan menjadikan diri jauh dari Allah, terseleweng dari jalan-Nya, terbenam dalam permainan nafsu syahwat, hingga kesulitan untuk kembali. Hati mengeras, nurani pudar, jiwa gersang, aqidah goyah dan iman meranggas.
 Sungguh tiada kemalangan yang lebih dahsyat  bila semacam ini berterusan hingga di pintu kubur. Wal'iyadzubillah.
Rusaknya amal bermula dari hati yang tidak dapat khusyuk. Penyakit akan bertambah apabila terjadi kemalasan ketika beribadat. Berjumpa dan berhubungan dengan Allah tanpa wujud perasaan seolah-olah kosong dan hampa. Melakukan sekedar diri terlepas kewajipan tanpa merasai kemanisan ibadat. Penyebab hilangnya khusyuk ialah hati terlalu keras itu.
Rekreasi bisa meredakan ketegangan, menuruti selera dan shopping bisa mengobati kebosanan, memakai pakaian yang indah dan mahal tidak dilarang, membeli perhiasan dan apa yang menyukakan hati boleh melahirkan kesyukuran kepada nikmat Allah Taala.
Akan tetapi, perkara begini kadang-kadang membuat lalai. Berlebihan dalam memanjakan diri, akan melemahkan semangat perjuangan hidup. Mengaburkan mata dan hati dan akhirnya larut dalam kesibukan dunia hingga melupakan akhirat.
Tidak menghadiri majlis ilmu atau pengajian, bisa menyebabkan lupa dan hilang pedoman hidup, tidak jelas arah dan tujuan. Siapa diri ini, berasal dari manakah dia, mau ke mana dan apa yang mau dicapainya? Manusia yang lemah iman mudah kehilangan tujuan hidupnya. Untuk mendapatkan kembali pedoman hidupnya supaya tidak tersalah jalan, memerlukan hidayah iaitu ilmu Allah.
Hidayah perlu dikejar dengan mujahadah. Perlu dijaga dan dirawat agar tak terlepas dari genggaman. Setiap mukmin memiliki hati yang mampu berbisik mengenai keadaan imannya, siapakah yang paling mengetahui diri kita melainkan Allah Taala dan diri kita sendiri.

Selasa, 18 Desember 2007

Johanes Paulus

NAMA saya Yohanes Paulus. Saya lahir di Yogyakarta. Tepatnya pada 26 September 1944. Saya berasal dari keluarga yang beragama Kristen Katolik.

    Keluarga saya sangat dikenal sebagai penganut Kristen yang taat dan fanatik. Ayah saya, Laksamana Pertama (Purn.) R.M.B. Suparto dan ibu saya, Maria Agustine Kamtinah.
    (Red : Dr. H. Bambang Sukamto, saat ini aktif di kegiatan sosial Harian Republika / Dompet Dhuafa Republika dan Ketua Yayasan Masjid Namira (Al Manthiq) Jl Tebet Barat Dalam V Jakarta Selatan, yang secara khusus melakukan pembinaan kepada para mualaf)
    Latar belakang pendidikan saya adalah pendidikan yang berbasis agama Kristen Katolik, baik itu pendidikan formal maupun pendidikan di lingkungan keluarga.
    Sejak kecil saya sudah dididik menjadi penganut agama yang fanatik. Oleh orang tua, saya disekolahkan di sekolah Kristen. Mereka memasukkan saya ke Taman Kanak-kanak Santa Maria Yogya.
    Kemudian dilanjutkan pada Sekolah Dasar Kanisius Yogya. Lalu dimasukkan ke sekolah menengah pertama hingga menengah atas di sekolah Kanisius Jakarta.
    Untuk lebih memantapkan agama dalam diri saya, pada umur 12 tahun saya dipermandikan atau dibaptis. Oleh gereja, saya diberi nama Yohanes.
    Pada umur 17 tahun, saya pun mendapat nama tambahan lagi yakni Paulus. Nama itu diberikan setelah saya mengikuti upacara sakramen penguatan yang dilakukan oleh pihak gereja.
    Jadi, sekarang nama Kristen saya adalah Yohanes Paulus. Nama ini menggantikan nama pemberian orang tua saya, yaitu Bambang Sukamto.
    Anti Islam
    Karena latar belakang pendidikan dan pergaulan selalu dalam lingkaran agama Kristen Katolik, maka sejak kecil saya selalu diberi pandangan bahwa agama Islam itu agama yang sesat. Orang-orang Islam itu adalah domba-domba yang perlu diselamatkan. Setiap kali mendengar suara mereka mengaji, selalu saya anggap mereka sedang memanggil setan.
    Begitu pun setiap saya melihat mereka shalat, saya beranggapan mereka sedang menyembah iblis. Perasaan anti Islam terasa begitu kuatdalam diri saya, sehingga saya berniat untuk menyerang teman-teman yang beragama Islam.
    Kepada mereka, saya selalu mempromosikan bahwa agama sayalah yang paling benar.
    Setelah lulus sekolah lanjutan atas, saya melanjutkan studi ke Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Di lingkungan kampus ini saya kembali bergabung dalam kelompok aktivis gereja.
    Dalam kelompok ini saya juga bergabung dalam sebuah kelompok yang sangat militan. Dalam kelompok militan ini saya berjuang sebagai prajurit Perang Salib yang bertujuan menghadapi syiar agama Islam di Indonesia.
    Setelah bergabung dalam kelompok ini, saya semakin yakin bahwa umat Islam yang mayoritas ini merupakan domba-domba yang harus diselamatkan. Saya akan menyelamatkan dan mengajak mereka untuk ikut dalam ajaran Yesus Kristus, khususnya masuk dalam agama Kristen Katolik.
    Dalam studi kedokteran ini, saya juga bergabung dalam sebuah kelompok studi. Kelompok ini beranggotakan empat orang mahasiswa. Tiga orang teman saya beragama Islam, sedangkan yang Kristen cuma saya.
    Kami selalu belajar bersama di rumah saya. Bila tiba waktu shalat, mereka pamit sebentar untuk shalat berjamaah. Usai shalat, mereka saya ajak untuk berdiskusi mengenai masalah agama.
    Dalam diskusi itu, saya mulai menyerang mereka. Saya selalu mendiskreditkan agama mereka. Misalnya, mengapa shalat itu harus menghadap kiblat dan harus berbahasa Arab dalam membacanya.Saya katakan pada mereka, kalau begitu Tuhan kalian tidak sempurna, karena hanya ada di Arab.
    Setelah itu, saya membandingkan dengan Tuhan agama saya yang ada di mana-mana. Mendapat serangan itu, teman-teman saya tenang saja. Mereka menjawab bahwa di mana pun berada, orang Islam dapat shalat berjamaah dan selalu sama bahasanya dalam beribadah.
    Ini menunjukkan bahwa agama Islam itu agama yang benar dan universal (untuk semua manusia). Mereka malah balik bertanya, mengapa orang Kristen itu kalau bangun gereja tidak satu arah? Malah terkesan berantakan ke segala arah? Itu, kata mereka, menunjukkan bahwa Tuhan saya akan bingung ke mana harus berpaling.
    Mereka juga mengatakan, bahasa agama saya itu tidak sama, bergantung wilayah. Jadi, kesimpulannya, mereka mengatakan bahwa agama saya itu hanya agama lokal. Saya kaget dan tersentak mendengar jawaban itu. Ternyata mereka pandai-pandai, tidak seperti dugaan saya selama ini.
    Masuk Islam
    Saat duduk di tingkat IV FKUI, saya menjalin hubungan dengan gadis muslimah. Gadis itu ingin serius kalau saya sudah beragama Islam. Tawaran ini tidak saya penuhi, karena sikap anti-Islam saya kala itu sangat kuat. Akhirnya kami putus. Sikap keras gadis ini membuat saya penasaran. Mengapa gadis itu tidak goyah keyakinannya? Rasa penasaran ini mendorong saya untuk banyak membaca dan mempelajari Islam.
    Saya coba melahap buku-buku Islam, seperti Akidah dan Tauhid Islam, Api Islam, Soal Jawab tentang Islam, dan Islam Jalan Lurus. Untuk hal yang tidak jelas, saya sering bertanya kepada teman teman. Saya juga sering menghadiri kuliah dan diskusi agama Islam.
    Dari sinilah, tanpa saya sadari, muncul ketertarikan terhadap Islam. Saya begitu kagum dan hormat kepada pribadi Nabi Muhammad saw yang telah membawa dan memperjuangkan agama agung dan mulia ini. Dari sini pula, saya dapat memperoleh jawaban dari berbagai persoalan yang selama ini menjadi ganjalan dalam agama saya. Saya mulai percaya, Islam adalah agama yang rasional, mengajarkan disiplin, bersifat sosial, dan menjunjung tinggi kesusilaan.
    Pengalaman seperti ini membuat keimanan saya goyah. Saya sering lupa pergi ke gereja. Saya sering terbangun jika mendengar azan subuh. Saya sering mendengar suara yang memanggil untuk beriman secara benar. Dalam hati, saya ingin meniatkan untuk masuk agama Islam. Tapi, saya belum beraru mengutarakannya kepada keluarga dan teman-teman seagama.
Tahun 1971, keinginan untuk masuk Islam semakin kuat. Teman-teman kuliah dulu mendukung keinginan itu. Akhirnya pada bulan Ramadhan tahun itu juga, saya berikrar menjadi seorang muslim. Di bawah bimbingan cendekiawan muslim, saya mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat di rumah Bapak Syaaf di Kramat Kwitang.
    Rasa haru dan gembira pada saat itu tidak terlupakan. Teman-teman menyambut baik keislaman saya itu. Saya merasakan betapa sejuk dan nikmatnya persaudaraan Islam ini. Nama baptis dan sakremen, Yohanes Paulus, segera saya ganti dengan nama pemberian orang tua saya semula, yakni Bambang Sukamto.
    Keislaman saya ini mendapat tantangan dari keluarga dan teman-teman gereja. Mereka menyindir, mencela, dan bahkan menuduh saya sesat. Mereka juga berusaha untuk menarik saya kembali ke agama lama.
    Yang paling berat adalah tantangan dari ibu kandung saya. Saya dimarahi dan dicaci maki habis-habisan, karena dianggap telah berkhianat. Ibu juga mengancam akan bunuh diri jika saya tidak kembali ke agama Kristen. Tantangan ini saya hadapi dengan sabar dan tabah.
    Lama-kelamaan tantangan ibu saya itu reda juga. Akhirnya, saya dapat menjalankan ibadah ini dengan baik dan tenang. Saya banyak belajar tentang Islam.
    Alhamdulillah, pada tahun 1991, saya bersama istri dapat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Dan untuk membantu para mualaf dalam mempelajari Islam, saya bersama teman-teman mendirikan sebuah pengajian/majelis taklim


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"

Meniti Jejak Generasi Terbaik

Di dalam pemeliharaan Tuhan kami, di jalan agama kami,
Kehancuran tidak menakutkan kami,
Engkaulah penolong kemenangan kami,
Dan tunjukkanlah jalan-jalan perjalanan kami..     Kami prajurit-prajurit Tuhan, agama bagi kami adalah watan,
    Kami prajurit-prajurit pilihan, tidak gentar segala ujian,
    Bagi kami kitab didatangkan, peraturannya adalah perjalanan,
    Hendaklah kita hidup menurut petunjukNya, rasa mulia penuh kemegahan,
    Atau kami mati sebagai tebusan..
Itulah peralatan keselamatan, kewajiban kamu membimbing zaman,
Dengan pedang kamu muliakan kebenaran, persaudaraan kita sebagai binaan,
Di antara mesir dan syam, hijjaz dan yaman,
Suatu lompatan ke hadapan, di puncak zaman, bagaikan singa-singa yang gagah.
    Bergandengan dalam genggaman, tegakkanlah sumpah setia kita,
    Tetap teguh dalam barisan kita, teruskanlah dan gerakkanlah jiwa,
    Ratusan dan ribuan semuanya sebagai korban,
    Dengan mata pedang kita mengembalikan keagungan kita,
    Dengan kitab sebagai perundangan, Rasul pimpinan kita,
    Keyakinan persiapan kita
Pemuda kebenaran kembalilah,
Dan kepada Allah berdoalah,
Jika untuk agama kita berjuang,
Pertolongan yang dekat akan datang kepada kita
        Wahai pemuda berjalanlah,
        Berjalanlah di jalan Allah,
        Berilah ingatan di jalan Allah (walaupun) sehingga,
        Diketahui keadaan yang berbahaya..
Siapa lagi selain kamu wahai pemuda,
Di hari yang penuh bahaya,
Kamulah harapan kami,
Kamulah singa yang garang,
        Ikhlaskan hatimu kepada Allah,
        Ibadahlah kepada RabbMu yang Maha Pemurah,
        Setiap orang yang memenuhi janjinya
        Yang Maha Pemurah akan datang dekat kepadanya


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!"


Minggu, 16 Desember 2007

Pandai Dan Sukses

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahawa beliau berkata, 'Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Tirmidzi, ia berkata, 'Hadith ini adalah hadith hasan')


Rasulullah mengajarkan, 'Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.' Pengajaran sederhana tentang pandangan hidup yang Rasulullah inginkan untuk dimiliki umatnya.


Seorang muslim tidak berwawasan sempit dan terbatas pada pemenuhan keinginan jangka waktu sesaat. Seorang muslim memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang kekal abadi. Orang yang pandai senantiasa evaluasi terhadap amalnya, beramal untuk kehidupan yang abadi. Pandai melihat diri demi peningkatan keperibadiannya. Begitu Rasulullah menjelaskan.


Rasulullah saw, juga memberitahukan bahwa 'orang yang lemah', yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya, membiarkan hidupnya tak bertujuan, tak punya arah, tidak ada amalan nyata, dan tak pernah memuhasabahi perjalanan hidupnya.


Orang yang lemah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, 'berangan-angan terhadap Allah.' Sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, : Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.


Umar r.a. mengemukakan: 'Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan bersiaplah kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (muhasabah) dirinya di dunia.


Maimun bin Mihran r.a. mengatakan: 'Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya'.


Kelak pada hari akhir setiap diri akan datang menghadap Allah swt. dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. "Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri." [QS. 19 : 95 ].


Dari Ibnu Mas'ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, 'Tidak akan bergerak tapak kaki Ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya dari mana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.' (HR. Tirmidzi)


Dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah saw. bersabda, 'Tahukah kalian siapakah orang yang muflis itu?' Sahabat menjawab, 'Orang yang muflis diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.' Rasulullah saw. bersabda, 'Orang yang muflis dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) solat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)


==============================================


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!

Pandai Dan Sukses

Dari Syadad bin Aus r.a., dari Rasulullah saw., bahawa beliau berkata, 'Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah swt. (HR. Imam Tirmidzi, ia berkata, 'Hadith ini adalah hadith hasan')


Rasulullah mengajarkan, 'Orang yang pandai (sukses) adalah yang mengevaluasi dirinya serta beramal untuk kehidupan setelah kematiannya.' Pengajaran sederhana tentang pandangan hidup yang Rasulullah inginkan untuk dimiliki umatnya.


Seorang muslim tidak berwawasan sempit dan terbatas pada pemenuhan keinginan jangka waktu sesaat. Seorang muslim memiliki visi dan planing untuk kehidupannya yang kekal abadi. Orang yang pandai senantiasa evaluasi terhadap amalnya, beramal untuk kehidupan yang abadi. Pandai melihat diri demi peningkatan keperibadiannya. Begitu Rasulullah menjelaskan.


Rasulullah saw, juga memberitahukan bahwa 'orang yang lemah', yaitu orang yang mengikuti hawa nafsunya, membiarkan hidupnya tak bertujuan, tak punya arah, tidak ada amalan nyata, dan tak pernah memuhasabahi perjalanan hidupnya.


Orang yang lemah memiliki banyak angan-angan dan khayalan, 'berangan-angan terhadap Allah.' Sebagaimana dikemukakan oleh Imam Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi, : Dia (orang yang lemah), bersamaan dengan lemahnya ketaatannya kepada Allah dan selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak pernah meminta ampunan kepada Allah, bahkan selalu berangan-angan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya.


Umar r.a. mengemukakan: 'Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan bersiaplah kalian untuk hari aradh akbar (yaumul hisab). Dan bahwasanya hisab itu akan menjadi ringan pada hari kiamat bagi orang yang menghisab (muhasabah) dirinya di dunia.


Maimun bin Mihran r.a. mengatakan: 'Seorang hamba tidak dikatakan bertakwa hingga ia menghisab dirinya sebagaimana dihisab pengikutnya dari mana makanan dan pakaiannya'.


Kelak pada hari akhir setiap diri akan datang menghadap Allah swt. dengan kondisi sendiri-sendiri untuk mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya. "Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri." [QS. 19 : 95 ].


Dari Ibnu Mas'ud ra dari Nabi Muhammad saw. bahwa beliau bersabda, 'Tidak akan bergerak tapak kaki Ibnu Adam pada hari kiamat, hingga ia ditanya tentang 5 perkara; umurnya untuk apa dihabiskannya, masa mudanya, kemana dipergunakannya, hartanya dari mana ia memperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, dan ilmunya sejauh mana pengamalannya.' (HR. Tirmidzi)


Dari Abu Hurairah ra, bahawa Rasulullah saw. bersabda, 'Tahukah kalian siapakah orang yang muflis itu?' Sahabat menjawab, 'Orang yang muflis diantara kami adalah orang yang tidak memiliki dirham dan tidak memiliki perhiasan.' Rasulullah saw. bersabda, 'Orang yang muflis dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) solat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa) menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka. (HR. Muslim)

Menangis

Bila aku menangis lagi…
Menangisi dosa-dosa lalu
Kini kuinsafi diri…..
Ya Allah, kumohon padaMU
Keampunan….


Apakah taubat ku diterima
Sungguh janji Allah itu benar
tapi hati tetap resah apakah
taubat ku diterima…..


Aku menangis lagi
terlalu sedikit kebajikan
apakah ada naungan untukku di padang mahsyar
apakah tangan kanan ku mendapat penghormatan
apakah terlepas dari timbangan al mizan
apakah mudah bagi ku melalui titian siratMu


Ya Allah
Ya Arhamarrohimin... Irhamna...

Sabtu, 15 Desember 2007

Cantik

Agar wajah selalu segar, berseri-seri dan cantik, cucilah minimal 5 kali sehari dengan air wudhu. Jangan langsung dikeringkan oleh handuk, biarkan menetes dan kering sendiri. Lalu ambillah sajadah, shalat, berdzikir, dan berdo’a. Untuk menghilangkan stress, perbanyaklah ‘olahraga’. Cukup dengan memperbanyak sholat. Ketika sholat, kita mengerakkan seluruh tubuh. Lalu berkonsultasilah pada Allah SWT dengan dzikir dan do’a.
Untuk pelembab, agar awet muda, gunakanlah senyuman. Tidak hanya di bibir tapi juga di hati. Jangan lupa bisikkan ‘kata kunci’, “Allahuma Kamma Hassanta Khalqii Fahassin Khuluqii” (Ya Allah sebagaimana engkau telah memperindah kejadianku, maka perindah pula ahlaqku). (HR Ahmad).
Untuk punya bibir cantik, bisikkan kalimat-kalimat Allah, tidak berbohong atau menyakiti hati orang lain, tidak menyombongkan diri atau takabur.
Agar tubuh langsing, singset dan mulus, diet yang teratur dengan berpuasa seminggu 2 kali, Senin dan Kamis. Jika kuat, lebih bagus lagi puasa Nabi Daud AS i.e. selang satu hari. Makanlah makanan halal, perbanyak sayuran, buah-buahan, dan air putih.
Untuk mengembangkan diri, sebarkan salam dan sapaan. Dengan demikian kita akan banyak dikenal dan disayangi.

Yaa Allah! Berikanlah kekuatan kepadaku, untuk menegakkan perintah-perintah-MU,
dan berilah aku manisnya berdzikir mengingat-MU.
Berilah aku kekuatan untuk menunaikan syukur kepada-MU,
dengan kemuliaan-MU.
Dan jagalah aku dengan penjagaan-MU dan perlindungan-MU,
Wahai dzat Yang Maha Melihat.


Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rasulullah s.a.w.bersabda, "Sampaikanlah pesanku biarpun satu ayat..!
--------------------------------------------
Mutiara Amaly - Penyejuk Jiwa Penyubur Iman
--------------------------------------------
"di hati kita bersama, di hati kita melangkah, jangan di pisahkan kasih bersaudara, jangan di dendamkan ukhuwah yang terbina!

 

PENYEJUK JIWA PENYUBUR IMAN

"Usia saya muda, SMP kelas 3. Saat membaca Mutiara Amaly, saya gemetaran. Kata-kata begitu jelas. Alhamdulillah, solat 5 waktu saya mulai terpenuhi. Terima kasih, Mutiara Amaly.
{PupuT +6281346614xxx}
SAMARINDA

Subhanallah, air mata ku berlinang dan badan ku gemetar saat pertama kalinya aku membaca Mutiara Amaly...
(Widya +628131087xxxx)
SUMBAR

"hatiku keras & dengan izinNya kau luluhkan, aku tertawa tanpa norma & dengan iznNya kau sopankan, aku enggan berdzikir & dengan iznNya kau berhasil menumpahkan air mata taubatku.. Mutiara Amaly, aku hanyalah 1 diantara ribuan hati yang berhasil kau selami & kau hidupkan.."
kadek siti, +6285228087xxx
JOGJA

Walaupun kau bentuknya kecil tapi kau bisa membuatku menangis, setiap kumembacamu hatiku selalu bergetar. Ku ingat dosa-dosa yang kuperbuat selama ini dan aku takut akan adzab NYA...
(Anna +85251394xxx)
HONGKONG

Semenjak membacamu subkhanalloh sifatku berubah, airmata jatuh bercucuran teringat kelakuanku....
(Diva +6281392093xxx)
WONOSOBO

Mutiara Amaly, sujud bersimpuh coba mendekat menggapai ridoNya teriris hati tersayat pedih, berlinang air mata tak kuasa menahan saat membacamu sentuhan itu sampai ke kalbu ingat semua dosa. Dan mudah2an Mutiara Amaly tetap abadi sebagai pelita bagi hamba yang kegelapan.
Ana Mae, +628128905xxx
BEKASI

Subhanallah... Mutiara Amaly, Aku benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Betapa indah nasehat-nasehat yang engkau sajikan padaku. Nasehatmu menyejukan jiwa, menentramkan hati, menumbuhkan serta memupuk ghiroh ibadah kepada SANG Penggenggam nyawa. terima kasih Mutiara Amaly. (Iswahyudi, puskesmas Jereweh. KSB-NTB) +6287863961xxx


Assalamualaikum. Subhanallah, baru pertama baca Mutiara Amaly hatiku langsung merasa tenang dan semakin cinta pada Allah Swt & Rosulullah Muhammad saw. Semoga Mutiara Amaly selalu dilimpahkan rahmat-Nya dan tetap berjaya selamanya. AMIN. +6285756594xxx


Assalamualaikum Mutiara Amaly, Subhanalloh dengan kehadiranmu aku telah memperoleh seberkas sinar yang terang didepan mata..kamu telah membukakan mata hatiku yang selama ini tertutup akan keindahan dunia..makasi banyak Mutiara Amaly, terus berjuang dan jangan pernah merasa lelah dan bosan untuk menyebarkan semua keindahan yang kau miliki. Wassalamualaikum ( IRMA , SIPIROK, MEDAN) +6281396192xxx


Alhamdulillah..pertama baca Mutiara Amaly aku langsung jatuh cinta. Mutiara katamu membuatku terpesona. Menggugah hatiku untuk selalu ingat & taat pada Allah. Allahu akbar. (Ika, Ngawi) +6285859695xxx


Mutiara Amaly, selama ini aku bukan orang yang suka membaca, tapi setelah melihat dan membaca berulang-ulang, aku langsung merasa suka dengan buku Mutiara Amaly. Mutiara Amaly Terima kasih, kehadiranmu menjadikan petunjuk buat aku lebih sadar dan menjadikan aku jauh bisa lebih baik dalam menjalani hidup. Semoga Mutiara Amaly tetap berkibar menjadi media dakwah. (Gondo, Purbalingga) +6285842946xxx


Kesaksian Pembaca Majalah Mutiara Amaly
SYUKRON. Mutiara Amaly dengan mebacamu,ana jadi tambah wawasan tentang ISLAM, walaupun tipis tapi sejuta makna, berjuang terus ya Mutiara Amaly sampe titik penghabisan dakwah kita. Semangat. ALLAH HUAKBAR +6285647894xxx


Assalamualaikum, dengan membaca buku kecil tapi penuh dengan makna, sungguh hati ini bergetar karena kita hidup di dunia ini banyak terlena, kurang pikirkn untuk akhirat, semoga hidayah saya dapatkan setelah baca buku mungil ini, (Sumiati Cimahi) +6285723142xxx


Assalamualaikum Wr Wb terima kasih Mutiara Amaly engkau jadikan iman ini semakin bertambah & selalu ingin mendekatkan diri lebih dekat lagi. Trim`s., (ELMI-LOTIM-NTB) +6287865963xxx


Ya Allah, setelah aku membaca Amaly, hatiku semakin tergugah untuk bertaubat, aku ingin di lindungi oleh dirimu, maafkan aku bila aku berbuat dosa lagi kepadamu, semoga Mutiara Amaly selalu memberikan penyejukan hati yang akan selalu menyejukan hati setiap orang, +6281946285xxx


Assalaamu`alaykum Wr Wb. Alhamdulillah Mutiara Amaly telah membangkitkan semangatku dalam menuntut ilmu syar`i . Bergetar hatiku tiap membaca kata-kata dalam Mutiara Amaly, layak djadikan bahan renungan diri setiap waktu . semoga Mutiara Amaly selalu dalam ridho Alloh. . amin. . (HARTINI, SOLO) +6285728267xxx






Silahkan klik disini untuk melihat ribuan kesaksian lainnya.
Lima tahun yang lalu... seorang muhsinin merelakan uangnya hampir Rp.200.000.000,- (duaratus juta rupiah) untuk Majalah Mutiara Amaly ini. Tanpa serupiahpun profit di pinta. Bahkan tanpa harus mengembalikan serupiahpun.....

Selanjutnya rupiah demi rupiah... jutaan demi jutaan... terus mengalir dari para muhsinin lainnya. Begitu pula berbagai pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, keringat... dll dari ribuan saudara seiman di berbagai penjuru tanah air.

Dari semua pengorbanan itu terwujudlah
PROGRAM TEBAR DAKWAH TEBAR SEJUTA MUTIARA

Alhamdulillah Program tebar Dakwah telah berjalan 5 tahun lebih dengan baik dan lancar atas kehendak dan pertolongan Allah. Juga dengan dukungan dan keterlibatan ribuan saudara seiman di berbagai penjuru Nusantara.


INFORMASI LEBIH LANJUT KLIK DISINI